Rabies masih terus mengancam Bali
- 12.08.09
- Kesehatan hewan, ciri-ciri rabies, jumlah rabies, perkembangan rabies, rabies
- Comments Off
Penyakit Anjing Gila atau rabies ternyata sampai sekarang masih terus mengancam Indonesia, khususnya pulau dewata, Bali. Bahkan Rabies yang sudah masuk ke Bali sejak pertengahan tahun 2009 ini bukan hanya membuat anjing-anjing di Bali harus waspada tertular, tetapi juga sudah memakan korban manusia meninggal. Terakhir adalah I Gusti Ngurah Putu Sudiarta, 46, seorang Penggali paras (batu cadas) asal Banjar Dauh Jalan, Desa Klating, Kerambitan, ini meninggal Sabtu (5/12/2009) sekitar pukul 04.00.
Seperti halnya orang yang positif rabies lainnya. Pada umumnya Gejala klinis orang yang terkena rabies adalah gelisah, bahkan mencoba memberontak. sehingga kaki dan tangan pasien diikat di kasur. Biasanya pasien terus berteriak dan mulai hilang kesadarannya. Sungguh pemandangan yang kita semua tidak ingin menghendakinya.
Berkaitan dengan kasus Sudiarta tersebut, Apakah positif rabies? Dr. Sudiarta menegaskan, dilihat dari perangainya, pasien sudah sangat mirip dengan pasien yang terjangkit virus rabies. Meski demikian, untuk memastikan, pihaknya masih menunggu hasil penelitian terhadap swab cornea dan air liur pasiendi Lab Bio Molekuler Unud, Denpasar.
Sementara itu, Karyana (putra tunggalnya) mengaku mengetahui kalau bapaknya tergigit anjing. Bahkan dia juga tahu bahwa rabies sangat berbahaya, maka seharusnya seorang yang tergigit anjing diberi VAR (vaksin anti rabies). Namun, katanya, meski tergigit anjing tidak terbersit sedikitpun untuk mengajak bapaknya untuk mendapatkan VAR di RSUD.
Penyesalan Witari dan Karyana memang terlambat. Dia sebetulnya bisa menolong Sudiarta kalau saja keduanya mau mengajak ke RSUD untuk mendapat VAR. Meski begitu, musibah ini dia anggap sebagai peringatan bagi semua masyarakat. Bahkan juga sangat penting untuk melakukan vaksinasi anti rabies bagi pemilik hewan kesayangan. Khususnya anjing.
Kita semua tentu cukup sedih mendengar permasalahan ini, Pemerintah bersama berbagai pihak harus segera melakukan tindakan-tindakan nyata sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan rabies ini agar tidak semakin banyak memakan korban. Dengan meninggalnya Sudiarta, maka korban tewas rabies di Tabanan menjadi sembilan orang. Ini adalah rekor terbaru korban tewas rabies, mengungguli Kabupaten Badung yang hanya delapan orang, meski terjangkit lebih dulu.
Sumber Berita: Diolah dari Kompas.com (2009)
Print This Post
































![kirimkan tulisan anda [Dunia Veteriner]](http://duniaveteriner.com/wp-content/uploads/2009/05/kirim-tulisan1.gif)
![Download [Dunia Veteriner]](http://duniaveteriner.com/wp-content/uploads/2009/12/banner_oke.gif)


No Comments
RSS feed for comments on this post.