Nasip Beruang Madu di Ujung Pintu

Dunia veteriner sangat beragam. Keberagaman inidibangun yang terdiri dari banyaknya spesies hewan yang ada di dunia ini. Salah satunya adalah Beruang Madu. Mungkin kita sering melihat Beruang ini kebanyakan melalui gambar atau foto ketimbang melihat sosoknya secara langsung. Hal ini beralasan, mengingat beruang madu adalah satwa yang sedang berada diambang kepunahan jika program konservasi tidak berjalan dengan baik. Dengan kata lain, nasip Beruang madu telah berada diambang pintu. Sebuah pintu kepunahan dari dunia ini.

Menurut berbagai sumber yang dimuat oleh www. musfarayani.multiply.com, Beruang Madu atau Helarctos malayanus merupakan beruang yang paling kecil di dunia, tinggi beruang madu sekitar 1,2 meter dan beratnya kira-kira 65 kg. sebutan beruang madu adalah panggilan akrab hewan lucu ini di malaysia dan indonesia, kalau di luar negeri namanya the sun bear.
Jika kita amati, Beruang madu adalah pemakan tanaman atau herbivora. Jarang kita melihat hewan ini memakan daging/carnivore. Beruang madu sering dicari oleh pemburu satwa untuk diambil dagingnya yaitu untuk kepentingan medis, ini menjadikan beruang madu terancam kepunahannya. Populasi Beruang Madu makin merosot tajam dikarenakan alasan-alasan diatas. Kita harus mencegahnya sekarang juga. Jangan sampai binatang yang cantik dan lucu ini, hanya akan dijadikan boneka untuk anak-anak, tanpa kita melihatnya hidup secara langsung. Seperti halnya tedy bear dan lain-lain.

Sekali lagi, mari kita jaga kelestarian hewan atau satwa dari kepunahan. Apapun yang kita lakukan saat ini adalah manivestasi di masa yang akan datang. Secara jujur, penulis selaku pengelola website dunia veteriner menghaturkan salut dan hormat yang setinggi-tingginya bagi anda atau bagi institusi yang sampai saat ini berperan nyata dalam melestarikan dan mencegah kepunahan satwa. Tentu saja, dokter hewan memiliki kiprah yang sangat penting terkait masalah ini.

  • Share/Bookmark
Print This Post Print This Post

Baca juga artikel lainnya :

No Comments

Comments are closed.

RSS feed for comments on this post.