Website Dunia Veteriner: Selamat Atas Peresmian RSH Prof Soeparwi, Yogyakarta !
- 08.04.09
- dunia veteriner, FKH UGM, Kedokteran Hewan UGM, RSH UGM, RSH Yogyakarta, UGM Yogyakarta
- Comments Off
Website dunia veteriner mengucapkan Selamat dan sukses atas peresmian Rumah Sakit Hewan Prof Soeparwi milik Fakultas Kedokteran Hewan UGM, yang akan dibuka resmi Rabu (5/8) besok, akan menjadi rumah sakit hewan rujukan terbesar di DIY dan Jawa Tengah. Rumah sakit hewan sangat dibutuhkan sebagai sarana kesehatan hewan dalam rangka mengabdi kemanusiaan.
Berdasarkan informasi yang dirilis oleh kompas.com, Selain memberi pelayanan pada masyarakat dengan dukungan fasilitas komplet, kehadiran rumah sakit itu juga dalam rangka meningkatkan mutu lulusan dokter hewan. profesi dokter hewan memegang peran penting terkait banyaknya kasus penyakit yang dapat mengancam manusia. Ida Tjahajati, Direktur RS Hewan Soeparwi mengatakan, Keberhasilan pendidikan dokter hewan amat ditentukan sarana prasarana yang langsung berbasis problem di lapangan.
Dengan kehadiran rumah sakit hewan ini, para mahasiswa membantu kami dengan ikut terjun langsung menangani hewan. Kami memberi pelayanan pada masyarakat, namun karena misi kami juga sosial, sebab bernaung di bawah UGM, tarif pelayanan kami lebih murah dibanding klinik kesehatan hewan lain, ujar Ida, Senin.
Antisipasi Zoonosis
Dari penelusuran para dokter hewan di Indonesia selama bertahun-tahun, didapat kesimpulan bahwa 87 persen penyakit yang menyerang manusia adalah zoonotik. Penyakit zoonotik atau zoonosis didefinisikan sebagai penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, demikian pula sebaliknya. A ntara lain flu babi, flu babi, penyakit cacingan yang disebabkan cacing gilig, hingga leptospirosis yang ditularkan lewat air kencing tikus.
Penyakit zoonotik, dikatakan dokter hewan Bambang Sumiarto, Dekan Fakultas Kedokteran UGM, 60 persen ditularkan oleh hewan piaraan dan satwa liar. Sejatinya, zoonotik bisa dicegah asal hewan dirawat baik. Makannya dijaga dan kesehatannya rutin diperiksa.
Budaya merawat ini yang masih kurang. Sebagian merasa paham merawat hewan, namun ada tindakan yang hanya bisa dikerjakan dokter, misalnya memberi vaksin dan menyuntik. Banyak faktor mesti dilihat sebelum tindakan itu dilakukan, antara lain kesehatan hewan. Untuk vaksinasi misalnya, hanya boleh saat hewan sehat. Jika divaksin ketika hewan tidak sehat, hewan malah mati, kata Bambang.
RS yang bertekad menjadi RS hewan pendidikan kelas dunia ini, fokus menangai hewan kecil dan besar yang lebih ke piaraan, hewan-hewan air, unggas, dan hewan buas kecil seperti reptil. RS tersebut mempunyai unit bedah, unit kebidanan, laboratorium, instalasi rawat darurat, toko hewan dan perlengkapannya, dan instalasi rawat inap dengan kapasitas 200 hewan. RS tersebut juga menangani bedah, perawatan gigi, konsultasi, klinik keliling, rontgen, hingga penitipan hewan.
Meski baru dibuka resmi 5 Agustus, RS ini sudah operasional sejak April. Pasiennya kebanyakan anjing dan kucing piaraan.
Print This Post
































![kirimkan tulisan anda [Dunia Veteriner]](http://duniaveteriner.com/wp-content/uploads/2009/05/kirim-tulisan1.gif)
![Download [Dunia Veteriner]](http://duniaveteriner.com/wp-content/uploads/2009/12/banner_oke.gif)


No Comments
RSS feed for comments on this post.