Salut untuk Sudin Pertanian dan Peternakan Jakarta Pusat !

Patut kiranya kita acungi jempol! sebanyak 400 ayam tiren (mati kemarin) dimusnahkan Suku Dinas Pertanian dan Peternakan Jakarta Pusat, dengan cara dibakar melalui incinerator (tungku pembakaran) di Senen, Jakarta Pusat, kemarin. Informasi ini tentu saja sebagai bukti bahwa pemerintah memiliki kewajiban dalam memutus rantai perdagangan ayam tiren. Karena selain mengandung banyak penyakit, ayam tiren juga HUKUMNYA HARAM jika dikonsumsi.

Menurut kompas.com, Kasie Pengawasan dan Pengendalian Sudin Pertanian dan Peternakan Jakarta Pusat, Djaelani, mengatakan, ayam ayam tersebut diperoleh dari 16 titik lokasi penampungan ayam di Jakarta Pusat, diantaranya di Joharbaru, Senen, dan Cempakaputih. Ratusan ekor ayam tiren itu kebanyakan mati dalam perjalanan pengiriman dari daerah Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Namun, tak sedikit yang mati setelah beberapa hari sampai di penampungan.

Pemusnahan itu, kata Djaelani, dilakukan agar ayam yang sudah tidak layak konsumsi-tidak beredar di pasaran. “Jika pengawasan tidak ditingkatkan khawatir ayam tiren tersebut disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang mencari keuntungan,” ujar Djaelani kepada wartawan, kemarin siang.
Djaelani mengimbau marakat untuk tetap waspada terhadap peredaran ayam tiren di pasaran serta tidak terpedaya dengan harga daging ayam murah yang ditawarkan oleh pedagang.

Ciri-ciri ayam tiren antara lain bau daging agak amis, terdapat bercak-bercak darah di bagian kepala ataupun leher, serta daging berwarna pucat. Sementara ciri-ciri daging ayam yang baik antara lain daging tidak bau, berwarna putih bersih dan segar serta tidak terdapat bercak-bercak darah.  Selain mengawasi peredaran ayam tiren, Sudin Pertanian clan Peternakan Jakarta Pusat juga intensif melakukan mengecekan peredaran daging gelonggongan dan oplosan. “Untuk daging gelonggongan dan daging oplosan hingga kini belum kami temukan,” kata Djaelani. Terkait pemusanahan itu, Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar ayam tiren, daging gelonggongan, dan daging oplosan tidak beredar di pasaran. “Bagi yang kedapatan mengedarkannya akan diberi sanksi,” katanya.

Mari kita proaktif untuk memutus rantai perdagangan ayam tiren. Jangan biarkan rakyat terlena dengan dibuai harga ayam murah yang ternyata ayam bangkai! salut untuk sudin pertanian dan peternakan Jakarta pusat !

  • Share/Bookmark
Print This Post Print This Post

Baca juga artikel lainnya :

No Comments

Comments are closed.

RSS feed for comments on this post.