Selamat Hari Lingkungan Hidup 2009

singa_satwaSetiap tanggal 5 juni, kita memperingatinya sebagai hari lingkungan hidup. Dokter hewan sebagai bagian dari masyarakat memiliki kiprah yang nyata dalam melestarikan lingkungan hidup. Kita akui bersama, banyak satwa langka yang dilindungi yang telah terancam hidupnya secara maksimal telah diselamatkan. seperti harimau terluka, gajah sakit, badak sakit dan banyak contoh lainnya lagi yang telah berhasil diobati oleh sejawat dokter hewan. Namun demikian, upaya keras dokter hewan bersama stacholder lainnya dalam melestarikan satwa tersebut tentu tidak ada artinya apa-apa jika tanpa didukung oleh segenap lapisan masyarakat.

Sebagai apresiasi terhadap insan-insan yang turut berperan serta secara nyata dalam melestarikan lingkungan hidup, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hari ini menyerahkan penghargaan berupa piala Kalpataru dan Adipura di Istana Negara. Pemberian ini dilakukan dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia yang jatuh pada 5 Juni.

Acara diawali dengan pembacaan laporan Menteri Lingkungan Hidup Rachmat
Witoelar, Jumat (5/6/2009) sekaligus penyerahan buku ‘Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008′.

Penghargaan Kalpataru ini ada empat kategori, yakni kategori pengabdi
lingkungan, penyelamat lingkungan, perintis lingkungan dan pembina lingkungan.

Berikut daftar lengkap penerima Kalpataru:
Kategori Penyelamat Lingkungan
1. Lembaga Adat Dayak Wahea, Desa Nehas Liah Bing, Kutai Timur, Kalimantan Timur
2. Ninik Mamak ,Negeri Enam Tanjung, Desa Baru, Kampar, Riau

Kategori Perintis Lingkungan
1. Timotius Hindom, Kampung Wurkendik, Fak-fak, Papua Barat
2. Viktor Emanuel Raiyon, Desa Reroroja, Sikka, Nusa Tenggara Timur
3. Anyie Apuy, Desa Long Alongo, Malinau, Kalimantan Timur
4. Alexander Ketaren, Tanjung Rejo, Medan, Sumatera Utara
5. Kasmir Gindo Sutan, Jorong Tengah XX, Tanah Datar, Sumatera Barat

Kategori Pembina Lingkungan
1. Imdaad Hamid, Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur
2. Irwansyah Idrus, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat

Kategori Pengabdi Lingkungan
1. Kadis S.P, Kelurahan Gondang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat
2. Ir Djoni, Padang, Sumatera Barat
3. Makaampo Ratundulage Madonsa, Sangihe, Sulawesi Utara

Sementara itu, penghargaan Adipura diberikan kepada kota-kota yang dianggap
bisa menjaga kebersihan lingkungan. Kategori kota metropolitan diserahkan kepada delapan kota, yaitu, Jakarta Pusat, Palembang, Surabaya, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Semarang.

Kemudian, kategori kota besar diberikan kepada delapan kota, yaitu: Pekanbaru, Malang, Balikpapan, Denpasar, Padang, Batam, Bandar Lampung, Yogyakarta.

Adapun kategori kota sedang diberikan kepada 35 kota dan kategori kota kecil kepada 75 kota. Penghargaan diserahkan presiden kepada kepala daerahnya.

SBY juga menyerahkan penghargaan Adiwiyata Mandiri kepada 10 sekolah mulai dari SD sampai SMA. Presiden juga akan meneken delapan sampul hari pertama (SHP) Perangko Istimewa Seri Peduli Lingkungan Hidup.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang pertama kali dicetuskan pada tahun 1972 sebenarnya merupakan rangkaian kegiatan lingkungan dari dua tahun sebelumnya ketika seorang senator Amerika Serikat Gaylord Nelson menyaksikan betapa kotor dan cemarnya bumi oleh ulah manusia, maka ia mengambil prakarsa bersama dengan LSM untuk mencurahkan satu hari bagi usaha penyelamatan bumi dari kerusakan. Pada tanggal 22 April 1970 Gaylord Nelson memproklamasikan Hari Bumi (Earth Day), sehingga tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Bumi (Earth Day). Di Indonesia sendiri peringatan Hari Bumi tidak begitu banyak diketahui oleh masyarakat bila dibandingkan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni.

Secara prinsip tidak ada perbedaan antara Hari Bumi dan Hari Lingkungan, hanya saja sejarahnya yang berbeda. Hari Bumi diprakarsai oleh masyarakat dan diperingati terutama oleh LSM maupun organisasi yang berorientasi kepada pelestarian lingkungan hidup, sedangkan Hari Lingkungan didasarkan dari Konferensi PBB mengenai Lingkungan hidup yang diselenggarakan pada tanggal 5 Juni 1972 di Stockholm, sehingga tanggal konferensi tersebut ditetapkan sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Indonesia juga ikut terlibat dalam konferensi tersebut dengan hadirnya Prof. Emil Salim yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Bappenas.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia bersifat lebih resmi dan diperingati oleh masyarakat dan pemerintah di seluruh dunia. Tujuan kedua peringatan hari tersebut adalah sama yaitu untuk menggugah kepedulian manusia dan masyarakat pada lingkungan hidup yang cenderung semakin rusak.

sumber: detik.com dan berbagai sumber

  • Share/Bookmark
Print This Post Print This Post

Baca juga artikel lainnya :

No Comments

Comments are closed.

RSS feed for comments on this post.