Kenapa Milih Rokok Bukannya Susu?
- 05.24.09
- Umum, daging bebek, susu kambing, susu sapi segar, telur ayam kampung
- Comments Off
Setiap individu, terlebih lagi anak-anak, sangat memerlukan susu untuk mencukupi kebutuhan vitamin D, nutrisi, dan kalsium. Namun sayang, dibanding negara Asia Tenggara lainnya, konsumsi susu masyarakat Indonesia paling rendah.
Dr IR Erica B Laconi, MS, dosen Teknologi dan Industri Pangan, memaparkan, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Departemen Pertanian tahun 2007, konsumsi susu Indonesia adalah 6 liter per kapita per tahun, Malaysia 20 liter per kapita per tahun, India 45 liter per tahun, dan Vietnam lebih dari 10 liter per kapita per tahun.
“Yang lebih memprihatinkan lagi, hampir 90 persen atau setara dengan 4 juta liter per hari hanya dikonsumsi oleh masyarakat perkotaan,” ujarnya dalam media gathering Alami New Zealand, di Jakarta belum lama ini.
Menurut Erica, rendahnya konsumsi susu tersebut bukan karena rendahnya pendapatan perkapita, melainkan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya susu. “Orangtua, terlebih bapak-bapak, lebih memilih untuk membeli rokok daripada susu untuk anak mereka,” ucap Erica.
“Sedangkan pada masyarakat pedesaan, mereka lebih memilih untuk menjual hasil susu dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” imbuhnya.
Jika hal tersebut terus berlanjut, Erica mengkhawatirkan akan terjadi lost generation, yang mengakibatkan rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia. “Setiap orang seharusnya mengonsumsi minimal satu gelas susu sehari, itu sudah sangat membantu. Lebih dari itu lebih bagus, jangan takut gemuk karena susu tidak membuat gemuk,” saran dia.
sumber: Kompas.com
Print This Post
































![kirimkan tulisan anda [Dunia Veteriner]](http://duniaveteriner.com/wp-content/uploads/2009/05/kirim-tulisan1.gif)
![Download [Dunia Veteriner]](http://duniaveteriner.com/wp-content/uploads/2009/12/banner_oke.gif)


No Comments
RSS feed for comments on this post.