Antisipasi Penularan H1N1, Sampel Darah Puluhan Babi Diambil

Puluhan babi yang dipelihara secara tradisional oleh masyarakat di Kabupaten Jembrana, Bali, diambil sampel darah dan lendirnya untuk mengantisipasi penularan virus flu babi (H1N1).

Pengambilan sampel darah dan lendir babi tersebut dilakukan di Jembrana karena daerah tersebut merupakan pintu gerbang Pulau Dewata dari arah barat. Ini dikatakan Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Jembrana I Nyoman Swastika ketika dihubungi dari Denpasar, Rabu.

Dikatakan, untuk mengetahui kemungkinan babi peliharaan di Jembrana telah tertular virus yang mematikan itu, pihaknya melakukan langkah-langkah berupa pengambilan sampel darah dan lendir untuk diperiksakan ke laboratorium.

Dengan demikian, kalau saja ada babi yang terinfeksi virus H1N1, dengan cepat dapat diambil langkah-langkah berikutnya, antara lain pemusnahan terhadap hewan yang telah terjangkit. Pengambilan sampel darah dan lendir siang itu dilakukan Pemkab Jembrana bekerja sama dengan Balai Besar Veteriner (BB-Vet) Denpasar.

Tidak kurang dari 50 ekor babi milik masyarakat di Kelurahan Sangkaragung dan Kota Negara, Jembrana, diambil sampel darah dan lendirnya untuk selanjutnya diuji di laboratorium milik BB-Vet di Denpasar. “Pengambilan sampel darah dan lendir babi ini kita mulai dari Jembrana, yang merupakan pintu gerbang Bali di wilayah barat,” kata I Ketut Wirata, petugas dari BB-Vet Denpasar.

Aksi serupa juga akan dilakukan di seluruh wilayah kerja BB-Vet yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Swastika menambahkan, pengambilan sampel darah dan lendir babi dilakukan untuk mengantisipasi wabah flu babi yang akhir-akhir ini menimbulkan kepanikan yang luar biasa.

Padahal, kata dia, di Indonesia penyakit tersebut belum tercatat menjamah hewan apalagi manusia. “Selain itu, kegiatan ini juga untuk memberi pemahaman mengenai kemungkinan adanya beberapa jenis penyakit yang dapat timbul pada ternak peliharaan masyarakat,” ujar Swastika.

Sejumlah warga yang ternaknya sempat diambil sampel darahnya mengaku gembira dan menyambut positif langkah yang diambil pemerintah. “Kami sangat gembira melihat upaya antisipasi yang dilakukan petugas, mengingat tidak sedikit peternak yang dilanda cemas mendengar isu flu babi merebak di sejumlah negara,” kata Wayan Dangin, peternak di Sangkaragung.

sumber: antara.com

  • Share/Bookmark
Print This Post Print This Post

Baca juga artikel lainnya :

No Comments

Comments are closed.

RSS feed for comments on this post.