Strategi pakan efisien untuk ayam Layer

Meskipun kasus flu burung (Avian Influenza) yang menyerang pada unggas dan manusia sempat menghebohkan dan membuat dunia peternakan khususnya peternakan ayam ras petelur produksinya mengalami penurunan. Namun, peternakan ayam ras petelur yang populasinya pada beberapa tahun terakhir ini mencapai sekitar 68 juta ekor lebih, merupakan peternakan yang berkembang sangat luar biasa saat ini, betapa tidak, ternyata banyaknya kasus tersebut tidak membuat konsumsi kebutuhan protein hewani masyarakat terhadap telur turun.
Sehingga tidak mengherankan jika tidak sedikit masyarakat yang tertarik untuk beternak ayam ras petelur. Karena selain mampu mendorong bangkitnya perekonomian pedesaan dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, peternakan ayam ras petelur juga menghasilkan keuntungan yang relative cukup besar. Keuntungan hasil peternakan ayam ras petelur, tentunya diperoleh jika pada pelaksanaan peternakan dilakukan sebaik dan seefesien mungkin. Misalnya efesiensi dalam pemberian pakan.
Pakan merupakan kebutuhan yang membutuhkan biaya terbesar dari usaha peternakan ayam ras petelur, besarnya mencapai hingga 70% dari biaya produksi secara keseluruhan. Bahkan jika dihitung dengan perputaran modal, biaya pakan bisa lebih tinggi lagi karena produktivitas ayam baru di peroleh setelah pemeliharaan yang berlangsung selama 5-6 bulan.
Oleh sebab itu, diperlukan strategi yang tepat pada pemberian pakan ayam ras petelur agar menjadi efesien, strategi tersebut diantaranya :

- Perhitungan jenis pakan
Perhitungan jenis pakan ini merupakan upaya meningkatkan kualitas ayam, karena ayam ras petelur sangat tergantung terhadap jenis pakan yang diberikan. Menurut pengalaman beberapa peternak membuktikan bahwa pakan ternak dari pabrik tertentu memberi efek yang cukup baik. Sehingga langkah yang paling mudah dan efesien adalah memelihara jenis strain tertentu dengan pemberian jenis pakan dari pabrik yang juga memproduksi DOC-nya. Selain itu, perbedaan tipe ayam petelur juga sangat berpengaruh pada perhitungan jenis dan konsumsi pakan, ayam petelur tipe ringan (ayam petelur putih) dari galur murni with leghorn mengonsumsi pakan relative lebih sedikit dari pada ayam petelur tipe medium (ayam petelur coklat).
- Pembelian pakan
Dalam pembelian pakan, yang sering diperhitungkan oleh peternak adalah pertimbangan masalah harga pakan. Selisih sedikit saja, peternak bisa berganti merek. Penyebabnya adalah besarnya biaya yang tersedot pada penyediaan pakan tersebut. Padahal, mahalnya harga pakan bukanlah faktor terpenting. Yang terpenting adalah mutu pakan (Feed Quality). Akan menjadi lebih buruk lagi jika pakan yang harganya relative murah tersebut ternyata banyak mengandung zat-zat racun makanan (Feed Toxin). Bahkan pemberian pakan dengan kualitas lebih rendah dari standar pada periode starter bisa mengakibatkan laju pertumbuhannya terhambat dan akan berujung pada pencapaian berat yang lebih rendah dari perkiraan.

- Pergantian pakan
Pada ayam ras petelur pergantian pakan pada tiap masa pertumbuhan mutlak dilakukan, hal ini terkait dengan kebutuhan nutrisi dan energi yang berbeda pada tiap periode. selain itu, pergantian pakan bermanfaat pada penghematan dan efisiensi pakan.
Selain itu, pergantian pakan pada tiap masa (setiap periode) dari periode starter ke pada periode grower sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk mengurangi stress pada ayam.
- Pemisahan tempat pakan
Selama periode grower (masa pertumbuhan), pakan untuk ayam jantan dan ayam betina sebaiknya dipisahkan. Tempat pakan untuk ayam betina diberi grill, sedangkan untuk ayam jantan digunakan tempat pakan tabung yang digantung lebih tinggi. Manfaat pemberian grill dalam tempat pakan ayam betina, penggunaan pakannya lebih efesien karena pakan yang terbuang akibat cara makan ayam yang tidak beraturan dapat dikurangi. Dari beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa penggunaan grill dapat meningkatkan efisiensi pakan hingga 15%.

- Lampu penerangan
Agar ayam mudah menemukan tempat pakan, terutama pada kandang postal (periode starter sampai grower) sebaiknya didalam kandang diberi lampu penerangan. Hal ini berguna pula terhadap kemungkinan ayam menginjak-nginjak dan menghamburkan pakan karena dalam situasi gelap (tidak ada penerangan). Selain itu, penerangan atau cahaya mempunyai peranan tidak langsung dalam membantu pendewasaan kantong benih telur pada ayam dara dan juga dalam pembentukan telur pada ayam yang sedang berproduksi.

- Pemotongan paruh
Untuk mengurangi dan mencegah terbuangnya pakan karena dikais-kais dengan paruh, maka sebaiknya paruh ayam sebaiknya dipotong pada saat ayam masih berumur muda atau pada ayam breeder berumur 7-10 hari. Setelah dilakukan pemotongan, pemberian pakan harus lebih tebal sehingga ketika ayam mematuk pakan paruh tidak mudah terbentur dasar tempat pakan. Hal ini mencegah pendarahan pada paruh yang baru dipotong.

- Menyusun ransum sendiri
Para peternak yang sudah berpengalaman (memiliki dasar-dasar pengetahuan mengenai bahan pakan) sebaiknya dapat menyusun sendiri ransum untuk ayam ras petelurnya. Tujuannya adalah agar biaya pakan dapat dihemat, sehingga keuntungan yang akan diperoleh juga meningkat. Selain itu, dengan menyusun ransum sendiri, peternak dapat menentukan bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan dalam penyusunan dan lebih efesien karena bahan-bahan pakan cukup tersedia dilingkungan tempat tinggal kita.

- Penggunaan pakan tambahan
Pakan tambahan (Feed suplement) diberikan dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan, mempertahankan atau meningkatkan produksi dan dapat menjaga kesehatan ayam. Pemberian pakan tambahan dapat berupa vitamin saja, campuran vitamin dan mineral serta dapat juga campuran antara vitamin, mineral dan anti biotik. Akan tetapi, sebaiknya pakan tambahan yang berupa antibiotik tidak dilakukan secara terus-menerus. Karena antibiotik dapat menimbulkan kekebalan.

TIPS MENGOPTIMALKAN PAKAN
- Pakan diberikan secara kontinue baik pagi, siang dan malam. Jangan memberi pakan sekaligus (serempak) untuk kebutuhan sehari ayam, karena selain tidak efesien juga boros.
- Dalam pemberian pakan, lakukan sesuai prosedur dan anjuran yang ada.
- Hindari pemberian jenis pakan yang berubah-ubah, karena dapat berakibat pada penurunan produksi telur.
- Jaga kualitas pakan, terutama kadar proteinnya, dengan cara: Menyimpan pakan ditempat yang kering dan yang telah disediakan, Tidak menyimpan pakan lebih dari dua minggu serta Kemas pakan sedemikian rupa agar terhindar dari gangguan mikroorganisme pengganggu seperti cendawan.
- Lakukan pembuangan pakan dan pembersihan tempat pakan, jika pakan telah terkontaminasi cendawan, karena dapat menyebabkan keracunan pada ayam.

Dimuat di majalah Infovet edisi April 2006 (telah dilakukan editing)

Sumber Pustaka:

Abidin, Zainal. 2002. Meningkatkan Produktivitas Ayam Ras Petelur. Depok : PT. Agro Media Pustaka
Amrullah, Ibnu Katsir. 2003.Nutrisi Ayam Petelur. Bogor: Lembaga Satu Gunungbudi
Chan, Herman dan M, Zamrowi. 1987. Pemeliharaan dan Cara Pembibitan Ayam Petelur. Jakarta: Andes Utama
Rasyaf, Muhammad. 1994. Beternak Ayam Petelur. Jakarta: Penebar Swadaya
Sudaryani, Titik dan Santosa, Hari. 1993. Pembibitan Ayam Ras. Jakarta: Penebar Swadaya
Yasin, Suhubdy. 1988. Fungsi dan Peranan Zat-Zat Gizi dalam Ransum Ayam Petelur. Jakarta:PT. Mediyatama Sarana Perkasa

  • Share/Bookmark
Print This Post Print This Post

Baca juga artikel lainnya :

No Comments

Comments are closed.

RSS feed for comments on this post.