Masalah Banjir dan Flu Burung
- 04.14.09
- Umum, banjir, media indonesia flu burung
- Comments Off
Menanggapi beberapa permasalahan bangsa yang kian jauh dari jalan keluar penyelesaiaannya, sebenarnya ada solusi sederhana yang seharusnya perlu diperhatikan oleh penguasa di negeri ini. Yakni memahami dasar duduk permasalahannya.
Ambil contoh adalah bencana banjir yang akhir-akhir ini melanda diberbagai daerah, harus di pahami dasar permasalahannya sebagai akibat penebangan pohon secara liar, eksploitasi lahan berlebihan dan perilaku hidup masyarakat yang gemar membuang sampah sembarangan.
Dalam penanggulangannya, faktor dasar inilah yang harus paling diprioritaskan selain menanggulangi korban bencana.
Bukan-misalnya- upaya pengadaan perahu karet sebanyak mungkin, mengadakan simulasi banjir dan lain sebagainya, yang tentunya semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Termasuk permasalahan flu burung. Jika kita lihat, flu burung merupakan salah satu zoonosis yakni penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia/sebaliknya dengan agen penyakitnya adalah virus AI/Avian Influenza sub tipe H5N1 yang diduga berasal dari unggas.
Meskipun saat ini menanggulangi korban flu burung pada manusia jauh lebih penting, namun tidak terlambat jika kita pahami dasar permasalahannya.
Minimal memahami atas pertanyaan mengapa unggas-unggas tersebut dapat terserang penyakit dan mengapa kasus flu burung pada unggas dari sejak medio 2003 sampai sekarang, kejadiannya selalu berulang dan sulit dibe- rantas.
Melihat hal ini, tentunya permasalahan kunci (paling mendasar) adalah memahami bagaimana sistem kesehatan hewan nasional (siskeswannas) yang ada dinegara ini.
Apakah ketika ada unggas yang ditemukan mati mendadak (baca: gejala terserang flu burung), ada kewajiban warga untuk me- lapor? Kalau pun ada, kemana mereka harus melapor? Apakah disetiap daerah ada pos kesehatan hewan (poskeswan) seperti halnya puskesmas?
Kenyataannya, jangankan ada poskeswan atau dinas kesehatan hewan, keberadaan dinas peternakan saja belum tentu ada disetiap daerah. Sungguh ironis!
Sehingga benar menurut pernyataan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) bahwa sekuat-kuatnya departemen kesehatan mempersiapkan fasilitas untuk menangani korban flu burung pada manusia, akan menjadi tidak efesien kalau sumber penyakit (unggas) tidak dikelola dengan baik, apalagi jika pandemi benar-benar terjadi.
Dengan demikian (sebelum melangkah lebih jauh) mari kita berantas flu burung sebagai per- soalan bersama bangsa dengan memahami dan mengembalikan kepada dasar duduk permasa- lahannya.
Iwan Berri Prima
Ketua Umum IMAKAHI (Ikatan Mahasiswa Kedokteran hewan Indonesia)
Sumber: http://www.suarapembaruan.com/last/index.html , Tanggal: 19 Februari 2007
Print This Post
































![kirimkan tulisan anda [Dunia Veteriner]](http://duniaveteriner.com/wp-content/uploads/2009/05/kirim-tulisan1.gif)
![Download [Dunia Veteriner]](http://duniaveteriner.com/wp-content/uploads/2009/12/banner_oke.gif)


No Comments
RSS feed for comments on this post.