Keswan Bagian dari Paradigma Sehat

Permasalahan Flu Burung belum ada tanda-tanda akan berakhir. Seperti layaknya sebuah drama bersambung, permasalahan ini dari hari kehari silih berganti. Berita adanya korban (suspect) akibat penyakit ini pun hampir setiap waktu kita mendengarnya. Sehingga wajar saja jika flu burung menjadi berita primadona disetiap media, baik cetak maupun elektronik.
Bahkan sebagai wujud keseriusan pemerintah terhadap flu burung, pemerintah menargetkan flu burung ditarget tuntas tahun 2008 (Baca: SINDO 24/08/2006) dan pemerintah akan menggandeng pihak swasta untuk berpartisipasi aktif dalam mensosialisasikan upaya pencegahan dan penanggulangan infeksi virus flu burung (Avian Influenza/AI) di Indonesia (Baca: SINDO 22/08/2006).
Upaya pemerintah melalui Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza ini merupakan upaya yang patut mendapat dukungan dan perhatian dari kita semua. Hal ini mengingat masih banyak masyarakat yang kurang mengetahui tentang bahaya penyakit ini, sehingga program sosialisasi atau Publik Relation (PR) sangat diperlukan, terutama bagi masyarakat didaerah pedesaan.
Namun upaya ini sebaiknya dilakukan secara komunikatif, tepat sasaran dan kontinu (secara terus menerus), bukan hanya pada saat merebaknya kasus saja, apalagi hanya sekedar mengejar proyek dan keuntungan semata dari pihak-pihak tertentu.
Keterlibatan semua komponen mutlak dibutuhkan. Kerjasama yang solid tanpa mengedepankan ego golongan dan ego departemen, menjadi bagian penting dalam mempercepat negeri ini untuk terhindar dari ancaman pandemi Influenza.
Keterlibatan dokter hewan selaku medis veteriner harus dilibatkan secara aktif. Peran optimalnya harus diupayakan semaksimal mungkin. Bahkan pemerintah seharusnya memprioritaskan bahwa kesehatan hewan (keswan) menjadi poin penting dalam mendukung kesehatan manusia.
Dalam artian, keberadaan keswan harus diperhitungkan sebagai bagian dari paradigma sehat. Bahkan Paradigma sehat ini harus diupayakan mampu menggeser paradigma sakit yang selama ini melekat dalam keseharian bangsa kita. Paradigma sakit yang dimaksud adalah kesehatan meliputi puskesmas, obat, rumah sakit dll. Tanpa memperhatikan kebersihan, kesehatan hewan dan lingkungan.
Flu burung hanya sebagian kecil contoh kongkret bobroknya keswan. Karena tidak sedikit penyakit asal hewan yang dapat menular kemanusia, demikian sebaliknya (penyakit zoonosa), jika tidak ditangani secara profesional medis akan berakibat pada kerugian ekonomi yang cukup besar bahkan fatal, yakni kematian pada manusia maupun hewan. Sehingga tidak ada alasan lagi pemerintah untuk tidak segera meneguhkan otoritas veteriner dalam kerangka Sistem Kesehatan Hewan Nasional (siskeswannas) menuju Indonesia sehat 2010. Bukankah sehat dalam bentuk holistik merupakan core business pembangunan?.

Iwan Berri Prima
Ketua Umum IMAKAHI
(Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia)
Berry_fkhipb40@yahoo.com

sumber: Koran Seputar Indonesia, edisi 4 September 2006

  • Share/Bookmark
Print This Post Print This Post

Baca juga artikel lainnya :

No Comments

Comments are closed.

RSS feed for comments on this post.