Flu Babi: Tidak ditularkan melalui makanan, Konsumsi Babi Aman (Bagi non muslim) !!!

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berbasis di Geneva menaikkan tingkat siaga terhadap flu babi yang menyebar dengan cepat ke tingkat tertinggi lanjutan. Kenaikan level siaga ini mengisyaratkan kemungkinan flu babi berada di ambang pandemi global.

Langkah itu diberlakukan oleh WHO setelah virus flu babi menyebar antarwilayah pantai ke sekitar 10 negara bagian di AS hingga jauh menelusuri wilayah Eropa. “Ini benar-benar menunjukkan ancaman pandemi,” kata Dirjen WHO Margaret Chan.

“Saat ini kami belum mempunyai keterangan rinci mengenai ancaman tersebut tetapi kami sedang mengumpulkannya, tambah Margaret Chan. WHO memastikan kasus flu burung terdapat di Meksiko, AS, Kanada, Inggris, Israel, Selandia Baru serta Spanyol.

Di AS, Presiden Barack Obama telah menyampaikan pernyataan bela sungkawa atas kematian pertama dalam kasus flu babi di AS. Seorang bayi laki-laki Meksiko berusia 23 bulan yang mengikuti perjalanan keluarganya di Texas tidak dapat bertahan hidup setelah terjangkit flu babi.

Sejauh ini, kasus flu babi di AS hampir mencapai 100. Obama menilai perlu diadakan langkah untuk memperluas penutupan aktivitas belajar-mengajar di sejumlah sekolah.

Sementara telah 159 orang meninggal dunia di Meksiko, wilayah asal penyebaran flu babi. Hampir 2.500 orang dilaporkan mengidap flu babi di Meksiko.

Akan tetapi, Terkait “flu babi” yang saat ini menjadi masalah kesehatan di Meksiko, perlu dicermati pernyataan dari Badan Kesehatan Hewan Dunia (World Organization for Animal Health atau OIE = Office International des Epizooties):

(1) virus influenza yang menginfeksi manusia saat ini di Meksiko dan Amerika Serikat hanya terjadi pada manusia. Wabah flu pada manusia di Meksiko dan Amerika Serikat tidak didahului dengan adanya wabah di babi.

(2) Sampai saat ini tidak ada informasi adanya penyakit influenza di ternak babi di Meksiko dan Amerika Serikat. Virus belum diisolasi dari babi saat ini.
Namun demikian, Pemerintah, khususnya yang membawahi fungsi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, perlu mewaspadai masuknya dan adanya virus ini di ternak babi, serta melakukan kajian terhadap karakteristik virus.

(3) Virus influenza ini tidak ditularkan melalui daging dan produk olahannya (makanan).

Oleh sebab itu, yang perlu diwaspadai adalah masuknya virus ke wilayah NKRI melalui manusia yang terinfeksi. Kebijakan membatasi importasi daging babi bukan merupakan solusi utama dalam mengatasi flu babi. Memperkuat sistem kesehatan hewan, jauh lebih efektif. mengingat penyakit asal hewan bukan hanya flu babi saja.

sumber. Kompas.com dan Dr. Denny W Lukman (FKH IPB) (telah diolah oleh penulis).

  • Share/Bookmark
Print This Post Print This Post

Baca juga artikel lainnya :

No Comments

Comments are closed.

RSS feed for comments on this post.